Robert menduga ada ketakutan dari tim eksekusi sehingga gagal menjalankan tugasnya,">
Senin, 20 Januari 2020 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

14:20 WIB - Jadi Irup Apel Bendera SDN 06 Desa Sepotong, Babinsa Koramil 07/BB Motivasi Siswa dan Beri Arahan PB | 14:20 WIB - 3 Dusun Di Kecamatan Pangkatan Mendapat Predikat Proklim Madya Tingkat Nasional | 14:20 WIB - PTSL Lampung Barat Lambat dan Diduga Ada Pungli | 14:20 WIB - Selamat ! Agusriadi Ketua Kolang FC Resmi lamar Maidila Nur Adha di Siberakun | 14:20 WIB - Anugerahkan Gelar Kehormatan, LAMR Kab. Bengkalis Merisik dan Pinang Bupati Beserta Istri | 14:20 WIB - Pastikan Titik Api Mati, Koramil 05/Rupat Monitoring Bekas Lahan Terbakar
Hukrim / LSM Riau Bersatu akan Bertindak

Eksekusi 3.323 hektar lahan kebun kelapa sawit PT Peputra Supra Jaya Batal,
LSM Riau Bersatu akan Bertindak

Hukrim - - Kamis, 16/01/2020 - 11:04:03 WIB

Pekanbaru,(RiauGlobal)B

Batalnyaeksekusi lahan kebun kelapa sawit milik PT Peputra Supra Jaya seluas 3323 Hektar di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada Senin (13/1/20) lalu, mendapat kecaman dari LSM Riau Bersatu dan mempertanyakannya.


” Kita juga heran mengapa tiba-tiba eksekusi tersebut tidak dilaksanakan sementara di lapangan sudah lengkap tim eksekusi dari unsur pemerintah, kepolisian, kejaksaan, Ormas dan tokoh masyarakat lainnya untuk melaksanakan eksekusi tersebut,” kata Kata Ketum Forum LSM Riau Bersatu, Ir Robert Hendriko, Rabu (15/1/20).


Robert menduga ada ketakutan dari tim eksekusi sehingga gagal menjalankan tugasnya. Padahal secara nyata PT Peputra Supra Jaya telah terbukti melakukan kejahatan pengrusakan hutan, menyerobot, menduduki dan memiIiki lahan seluas 3323 Hektar.


”Apakah ada pihak pihak lain yang membeck up kejahatan PT Peputra Supra Jaya tersebut, kita aka pelajari dan monitor, siapa dalang dibalik gagalnya eksekusi tersebut,” ujarnya.

Dasar dilaksanakan eksekusi tersebut lanjut Robert sudah sangat kuat dan ada payung hukumnya yakni keputusan Mahkamah Agung Nomor : 1087/Pid.Sus.LH/2018, yang dl keluarkan pada tanggal 17 Desember 2018. 


Dalam putusan itu sudah dinyatakan dengan tegas agar seluruh lahan yang disengketakan dikembalikan kepada negara tanpa terkecuali.

"Seluruh keputusan hukum tersebut harus dapat diterima dan dihormati oleh siapapun di Negara Republik Indonesia, khususnya PT Peputra Supra Jaya yang secara jelas dan nyata telah menyerobot Iahan tersebut tanpa memiliki surat izin yang dikeluarkan oleh Kementerian LHK Republik Indonesia,” terangnya.


Hukum kata Robert menjadi dasar bagi semua pihak dalam menerapkan sebuah tindakan yang akan dilaksanakan dan siapa yang melanggar itu tentunya harus dapat mempertanggung jawabkan. 


Semua kesalahan yang dilakukan oleh PT Peputra Supra Jaya yang jelas telah melakukan pelanggaran keras pada bidang Kehutanan.


”Harusnyaa hal ini sudah bisa terdeteksi dari awal oleh Pemprov Riau, mengingat ada Dinas LHK di Provinsi Riau dan ada juga Polisi Kehutanan serta Dinas Perkebunan, sayangnya instansi tersebut tidak sepenuhnya melaksanakan tugasnya dengan baik padahal ada anggaran buat penjagaan hutan dan melestarikannya yang dianggarkan di APBD Provinsi Riau untuk setiap tahunnya,” bebernya.

.
PT’ Peputra Supra Jaya harus menerima dan menghormatl keputusan tersebut dan jangan menggiring opini masyarakat yang menolak eksekusi. 

"Jangan bermain- main dengan keputusan yang di keluarkan oleh Mahkamah Agung,Jika keberatan dengan hasil keputusan tersebut dan jika ada ruang Iakukan upaya hukum yang benar bukan malah membawa seluruh karyawan, anggota koperasi dan masyarakat untuk menghadang jalannya eksekusitersebut,”Jangan bawa masalah ini meIebar kemana-mana kalau mau masalah ini cepat selesai. Intinya PT Peputra Supra Jaya harus mematuhi dan menghormati keputusan yang di keluarkan oleh Mahkamah Agung. Indonesia ini adalah negara hukum tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya..


Robert meminta pemerintah dan aparat penegak hukum baik yang ada di tingkat Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan harus segera menjalankan Eksekusl tersebut sebagai bentuk kewibawa, jangan mau diintervensi dari pihak manapun.
” Jika eksekusi kembali gagal,nsaya pastikan ribuan massa atas nama Forum LSM Riau Bersatu akan turun untuk mendorong agar eksekusi tersebut dilaksanakan sesuai surat keputusan dari Mahkamah Agung,” katanya. 

Robert menambahkan perlu untuk menjadi perhatian buat semua pihak jika eksekusi berhasil dilakukan bukan serta merta kasus ini berhenti sampal disini saja. Pelanggaran di bidang kehutanan dan perkebunan harus dapat di pertanggung jawabkan oleh Maria selaku pemilik PT Peputra Supra Jaya. 


“Kita tidak main main dalam hal ini. penekanan itu kita lakukan semata mata untuk menyelamatkan kawasan hutan yang ada di Riau dan tentunya sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia untuk menyelamatkan kawasan hutan untuk keseimbangan alam dan keseiahteraan masyarakat tempatan yang ada di sekitar hutan tersebut” .

Dari pantauan LSM Riau Bersatu, dari pantauan dilokasi yang akan dieksekusi terlihat suasana yang mancekam dan tentunya membuat pihak lain bertanya-tanya tentang gagalnya eksekusi tersebut,”Kami akan tunggu dan surati pihak pihak terkait agar eksekusi tersebut harus segera dilaksanakan tanpa terkecuali jika tidak patut dipertanyakan ada apa dibalik gagalnya eksekusi tersebut,” imbuhnya.***



Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Jumat, 27/12/2019 - 16:18:38 WIB
Dalam Waktu 4 Jam Polres Pelalawan Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat
Pak De Meregang Nyawa Ditangan Wanita 18 Tahun
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Minggu, 20/01/2019 - 09:46:38 WIB
Seorang Nenek Rela Terbunuh Demi Selamatkan 3 Orang Cucunya
Jumat, 30/11/2018 - 23:38:41 WIB
Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Vonis Zifrizal 1,8 Tahun Penjara
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved