Sabtu, 19 April 2014  
Meranti / Puluhan Alat Berat, Siap 'Luluhlantakan' Lahan Masyarakat Pulau Padang

PT RAPP Operasi Besar-Besaran
Puluhan Alat Berat, Siap 'Luluhlantakan' Lahan Masyarakat Pulau Padang

Meranti - - Rabu, 22/05/2013 - 11:35:14 WIB

Meranti,(Global)
Hanya hitungan jam saja,2(dua)  buah unit alat berat berupa eskavator milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), anak perusahaan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL),Yang sejak sepekan terakhir diarahkan kelahan masyarakat Desa Tanjung Padang.

Tanpa ada perundingan sebelumnya tiba-tiba,  Senin (20/5) kemarin, telah menggali kanal kurang lebih sepanjang 1.200 meter ditengah-tengah lahan masyarakat,demikian disampaikan  Ramli Warga masyarakat Desa Tanjung Padang Kecamatan Putri Puyu di Pulau Padang ketika memberikan keteranganya kepada wartawan media ini selasa (21/5) petang Hpnya.

Dijelaskan Ramli, Dapat kita dipastikan bahwa mulai Senin (20/5),PT RAPP yang sejak sebulan terakhir terus semakin mengintensivkan aktifitas mereka,Dalam memobilisasi alat berat mereka guna menunjang kegiatan operasional mereka dengan dalih menjalankan SK menhut kelola HTI di Pulau Padang.

'Sepertinya tidak akan mereka tunda-tunda lagi pelaksanaanya,Sehingga tanpa disadari dan hanya hitungan tidak beberapa  jam,mereka telah membelah hamparan gubahan gambut di Pulau Padang yang notabenenya kanal yang mereka kerjakan itu sebagian besar berada tepat dilahan masyarakat,'Kata Ramli warga masyarakat desa tanjung padang itu.

Menurut Ramli lagi,Kedua unit eskavator yang mereka arahkan operasionalnya kearah perkebunan dan lahan masyarakat Tanjung Padang itu,baru kami ketahui bersama masyarakat lainya,Setelah pihak PT RAPP nyaris menuntaskan pembuatan kanal yang ditaksir panjangnya mencapai 1.200 meter dikawasan Desa Tanjung Padang itu,

Memang tidak semua dari 1.200 meter kanal itu dibangun diatas lahan masyarakat,Namun dapat kita pastikan bahwa sebagian besar kanal tersebut dibangun diatas lahan masyarakat,Bahkan sampai saat ini sedikitnya kami mendata ada sekitar 40 unit alat berat milik RAPP yang baru tiba dan distanby kan di Sungai Hiu Desa Tanjung Padang, Kecamatan Merbau.

Lalu sekitar 3 unit eskavator lagi mereka stanby kan di Senalit Desa Lukit,Dan ada beberapa alat berat lagi yang juga mereka tempatkan dibeberapa lokasi,kayaknya mereka mau operasional besar-besaran dalam waktu dekat ini,sebut Ramli dengan nada sedikit emosi

Sementara itu Darwis,Pentolan Serikat Tani Riau(STR) wilayah Kabupaten kepulauan Meranti ketika dihubungi Hpnya, Rabu (22/5) pagi mengatakan, sebagaimana data dan informasi yang kita peroleh dari rekan-rekan, yang   beberapa hari terakhir kita tugaskan melakukan pendataan informasi dilapangan.

Memang benar, puluhan alat berat PT RAPP ditempatkan dibeberapa lokasi,tidak seperti sebelum-sebelumnya penempatan alat berat mereka terfokus pada satu titik hingga dua titik saja,artinya mereka akan gerak cepat menghabiskan lahan masyarakat,termasuk juga kayu alam yang ada dihamparan gubahan gambut terdalam yang ada di Pulau Padang,sebut Darwis.

Pasalnya, selain eskavator,sejumlah pontoon pengangkut alat berat juga stanby,belum lagi kendaraan darat dan laut yang mereka siapkan.

Hanya saja perlu kita tegaskan sekali lagi,kembalinya PT RAPP ke Pulau padang,Tidak sedikitpun membuat nyali kami ciut atau sampai berniat mengurungkan upaya aksi perlawanan kami dari masyarakat dalam mempertahankan hak lahan garapan kami yang harus kami pertahankan hingga titik darah penghabisan,katanya dengan nada tegas.

'Sebab perlawanan yang kami lakukan semata-mata hanya untuk melindungi hak kami dari perampasan kaum kapitalis yang tidak menginginkan kami masyarakat kecil berada disekeliling mereka,'terang Darwis lagi.

Disampaikannya, memang mereka memiliki revisi SK Menhut tahun 2013 yang baru,dimana dalam SK tersebut ada pengurangan luas areal konsesi kurang lebih 7.000 ribu hektar lebih dari 42.000 ribu hektar lebih yang tertera dalam SK.327/Kpts/Menhut-II/2009.

Dimana  setelah direvisi,katanya luas areal HTI mereka tinggal 34.000 ribu hektar lebih saja,namun perlu ditegaskan juga,khususnya kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenhut RI yang telah sukses mengelabuhi dan merekayasa SK Tahun 2009 dengan dalih merevisi SK karena revisi SK tersebut tidak dilakukan pemetaan sebagaimana yang kita sepakati bersama dan Revisi SK tersebut kami anggap tidak syah dimata hukum di NKRI ini.

Sekali lagi, Kami masyarakat yang ada di Pulau Padang siap berjuang demi mempertahankan hak lahan sebagai sumber penghidupan,untuk melanjutkan hidup bersama anak cucu kelak, tegasnya.

Dan harus diingat kami masyarakat siap berjuang melawan penjajah,layaknya perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan kita disaat memperahankan keutuhan NKRI dari penjajah,Sebab meskipun sudah setengah abad NKRI ini merdeka,Namun realitanya rakyat jelata harus berjuang demi mempertahankan hak hidupnya,tambah Darwis.

Sebelumnya, SK Menhut 327 tadi sudah pernah dibekukan. Ini terjadi lantaran konflik yang berkepanjangan antara warga Pulau Padang dan RAPP. Belum lagi oleh desakan sejumlah elemen, termasuk Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun sayang, semua desakan itu mentah begitu saja. Dan pada akhirnya, kayu alam di Pulau Padang, kembali kena gergaji juga. Maka seperti apa bentuk konflik jilid kedua yang bakal terjadi, kita lihat saja,sebutnya.

Dan yang pasti, sampai berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari PT RAPP tentang alat berat dan ponton bermuatan kayu alam itu. (Br/Rd)

(527) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami
Copyright 2013 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved