Jum'at, 10 Juli 2020 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

20:53 WIB - Kadiskes Pelalawan, Asril M.Kes Perintahkan Rumah Sakit Patuhi Batas Harga Rapid Test Rp.150 Ribu | 20:53 WIB - Gunakan Sepeda Motor Dandim 0303 Bengkalis Turun Ke Lokasi TMMD | 20:53 WIB - Satgas TMMD Koramil 01/Bengkalis Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba | 20:53 WIB - Memasuki Hari ke 11 Sudah Pembangunan Jalan Akses Penghubung Antara Desa Di Gang Ekonomi | 20:53 WIB - Prajurit Koramil /12/PWK Sabak Auh Turut Serta Membantu Pengerjaan Badan Jalan | 20:53 WIB - Terus Dilaksanakan Guna Mencapai Hasil Yang Maksaimal
Hukrim / Anak Kemenakan Masyarakat Adat Desa Senama Nenek Adukan Persoalan Gaji Lahan Ex PTPN V

Anak Kemenakan Masyarakat Adat Desa Senama Nenek Adukan Persoalan Gaji Lahan Ex PTPN V

Hukrim - - Jumat, 05/06/2020 - 19:03:33 WIB
Pekanbaru,(RiauGlobal)
Anak kemanakan Masyarakat Adat Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu,Kabupaten Kampar mengadukan Koperasi  Senama Nenek Eno ke Polda Riau,April 2020.

Laporan pengaduan ke Polda Riau yang disampaikan anak kemenakan masyarakat adat Desa Senama Nenek,Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar tersebut terkait pemotongan gaji dari  hasil kebun/lahan ex PTPN V yang seluas 2.800 tersebut.

Dari laporan yang disampaikan anak kemenakan masyarakat adat Desa Senama Nenek yang diterima redaksi www.riau-global.com menyebutkan bahwa, Koperasi Nenek Enok telah bertindak sewenabg-wenang tanpa musyawarah memotong gaji hasil penjualan buah sawit dari lahan ex PTPN V tersebut.

Dari laporan tersebut anak kemenakan masyarakat adat Desa Senama Nenek, menyampaikan sehubungan dengan surat tanggal 6 April 2020 ke Ketua Koperasi  Nenek Eno (Knes),untuk meminta kejelasan tentang pemotongan gaji namun sayang hingga saat ini tidak mendapatkan respon yang baik dari pihak koperasi.

Karena tidak mendapatkan kejelasan dari pihak Knes,yang sewenang-wenang dan tanpa musyawarah tentu membuat anak kemenakan menjadi kecewa dan merasa dirugikan sebagai penerima hak atas lahan 2.800 tadi.

Berikut rincian yang diterima anak kemanakan setelah pemotongan,:

- Gaji bulan Januari tahun 2020 diterima Rp 2.017.000,pemotongannya Rp 1.492.328.
- Gaji bulan Februari tahun 2020 diterima Rp 1.300.000,dan pemotongannya Rp 1.655.282.
- Gaji bulan Maret tahun 2020 diterima Rp 1.080.000,pemotongannya 1.767.607

Dan perlu diketahui disini pemotongan diberlakukan oleh Koperasi Nenek eno,sebagai koperasi pengelola lahan ex PTPN V seluas 2.800 itu berlaku untuk 1.385 penerima kaplingan atau sertifikat.

Maka dari itu anak kemanakan masyarakat adat desa Senama Nenek berharap kepada pihak Polda Riau untuk bisa memprosesnya secara hukum.Hal itu tentu sesuai dengan tujuan bapak Presiden RI Joko Widodo,yang menyampaikan bahwa penyerahan lahan tersebut sebenarnya untuk mensejahterakan masyarakat bukan untuk sebaliknya.

Dan anak kemenakan masyarakat adat desa Senama Nenek itu juga menyampaikan bahwa ada dugaan atas kecurangan bahwa banyak penerima gaji berasal dari bukan pemilik lahan atau diluar jumlah penerima keseluruhan yakni 1.385 kapling dan juga ada oknum-oknum tertentu yang merugikan dan memanfatkan terkait dengan hasil produksi lahan tersebut.

Bahkan anak kemenakan masyarakat adat desa Senama  Nenek itu mengatakan adanya oknum kepala desa yang juga  serta korupsi atau melakukan penyalahgunaan uang gaji yang dilakukan Knes.Dimana oknum kades tersebut juga pengurus  Koperasi Nenek Eno Senama Nenek.

Sementara itu pihak Polda Riau seperti yang disampaikan salah satu staf humas Polda Riau menyampaikan bahwa,pihak Polda Riau dalam hal ini masih memproses laporan atau pengaduan dari anak kemenakan masyarakat adat desa senama nenek.

Saah satu tokoh masyarakat Hendri N,kepada media ini menyampaikan pihaknya menyesali tindaktanduk pihak Knes yang sewenang-wenang memotong gaji para pemilik  lahan ex PTPN V.

"Bahkan saya sendiri,baru saja pulang dari Jakarta,dengan biaya sendiri melaporkan ke KPK,atas tindak tanduk koperasi yang dinilai otoriter tersebut",ungkap Hendri N.

Mudah-mudahan kalau terkumpul dana saya,kembali saya akan ke Jakarta untuk melaporkan persoalan ini ke bapak Presiden RI Joko Widodo,pungkas Hendri N.***



Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Jumat, 27/12/2019 - 16:18:38 WIB
Dalam Waktu 4 Jam Polres Pelalawan Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat
Pak De Meregang Nyawa Ditangan Wanita 18 Tahun
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 01/06/2020 - 01:52:22 WIB
Surat Rekom DPP PAN Untuk Nama Salah Satu Calon Di Pilkada Rohul Disinyalir Palsu
Selasa, 28/01/2020 - 13:50:33 WIB
Ditempat Karauke VIP Hangtuah Duri , Dua Pelaku Narkoba Dibekuk Buser Mandau
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved