Minggu, 20 09 2020 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

05:46 WIB - Bupati Labuhanbatu Bagikan 5000 Masker Di Simpang 6 | 05:46 WIB - Bupati Labuhanbatu Hadiri Pembinaan Management Dan Sosialisasi Tanah Wakaf Mesjid | 05:46 WIB - Bupati Labuhanbatu Melepas Keberangkatan Tim SSB Labuhanbatu U-13 Ke Tebing Tinggi | 05:46 WIB - Pt HKI Seksi V Sudah Salurkan 80% Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Pekerjaan Jalan Tol | 05:46 WIB - Lakukan Sosialisasi Langsung ke Masyarakat, Senin Besok Mulai Razia Masker | 05:46 WIB - Pemkab Labuhanbatu Kembali Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis
Nasional / SKK Migas – EMP Malacca Strait SA Resmikan Program Penanaman Rehabilitasi DAS di Taman Nasional Te

SKK Migas – EMP Malacca Strait SA Resmikan Program Penanaman Rehabilitasi DAS di Taman Nasional Te

Nasional - - Selasa, 08/09/2020 - 14:56:46 WIB
GM EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya, menerima plakat dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong, pada kegiatan pencanangan “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi
TERKAIT:
Jakarta,(RiauGlobal)
SKK Migas – EMP Malacca Strait SA bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan pencanangan “Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pemulihan Lingkungan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” yang dilakukan secara fisik dan virtual, Senin (7/9/2020). Acara ini dipimpin oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan dihadiri oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu dan General Manager EMP Malacca Strait SA, Kelik Rudi Suharya.

Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan bahwa kewajiban rehabilitasi DAS bagi pemegang IPPKH menjadi sangat penting karena perbaikan lingkungan harus dilakukan oleh semua unsur secara bersama-sama. Apalagi di masa pandemi Covid-19, selain bermanfaat bagi lingkungan, rehabilitasi DAS juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat berupa upah harian pada saat pengerjaan kegiatan yang menjadi salah satu bentuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang memerlukan lapangan pekerjaan.

“Seluruh kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepenuhnya adalah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat dengan tetap mengedepankan pada perlindungan dan perbaikan lingkungan,” kata Siti Nurbaya.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menyatakan bahwa industri hulu migas selalu berusaha dan menaati peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia untuk menjaga lingkungan hidup, terutama di sekitar wilayah operasi hulu migas. “Hingga saat ini terdapat 19 lokasi DAS yang sedang kami rehabilitasi dengan total luasan ± 6.034,18 Hektar yang dilakukan oleh 12 KKKS,” katanya.

SKK Migas - EMP MSSA adalah pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 538,04 hektar dan mempunyai salah satu kewajiban untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS. Lokasi rehabilitasi DAS tersebut adalah di Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan luas 592 hektar.

Kegiatan tersebut dimulai sejak Oktober 2019, dengan memberdayakan 3 kontraktor daerah setempat dan melibatkan 9 Kelompok Tani Hutan Konservasi, yang telah memenuhi standar pengadaan barang dan jasa industri hulu migas. Selama empat tahun kontrak rehabilitasi DAS, kegiatan penanaman akan dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman sebelum dilakukan serah terima di tahun 2022. Adapun jenis tanaman meliputi pulai, tembesu, jengkol, petai, durian, matoa, dan cempedak.

General Manager EMP Malacca Strait SA Kelik Rudi Suharya, mengatakan bahwa saat ini penanaman rehabilitasi DAS yang dikerjakan sudah selesai 100 persen. “Kendati saat ini secara nasional kita masih menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian nasional, tapi EMP Malacca Strait SA tetap berkomitmen menjalankan program yang sudah disepakati dengan pemerintah yang merupakan bagian dari concern EMP terhadap pelestarian lingkungan,” kata Kelik Rudi Suharya.

Selain itu, dengan kegiatan penanaman ini secara otomatis akan membuka lapangan pekerjaan baru khususnya bagi masyarakat tempatan, yang tentunya akan berujung dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar.***


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Jumat, 27/12/2019 - 16:18:38 WIB
Dalam Waktu 4 Jam Polres Pelalawan Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat
Pak De Meregang Nyawa Ditangan Wanita 18 Tahun
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 01/06/2020 - 01:52:22 WIB
Surat Rekom DPP PAN Untuk Nama Salah Satu Calon Di Pilkada Rohul Disinyalir Palsu
Selasa, 28/01/2020 - 13:50:33 WIB
Ditempat Karauke VIP Hangtuah Duri , Dua Pelaku Narkoba Dibekuk Buser Mandau
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2018 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved