Selasa, 24 November 2020 ikuti edisi cetak SKU Riau Global versi EPAPER ONLINE

21:55 WIB - Pjs Bupati Labuhanbatu Bacakan Pengantar Nota Keuangan Ranperda APBD TA.2021 | 21:55 WIB - Debat Kandidat, Kasmarni- Bagus Tunjukan Kelas Duet Birokrat dan Politisi Yang Saling Melengkapi | 21:55 WIB - Anggota DPRD Provinsi Riau H. Sugianto Serahkan Alat Panen Padi Ke Kelompok UPJA | 21:55 WIB - Babinsa Koramil 05/Rupat Dampingi dan Awasi Penyaluran BST Desa Hutan Panjang | 21:55 WIB - DPD Laskar Melayu Bersatu Kota Batam Adakan Bakti Sosial Sunat Masal | 21:55 WIB - Silaturahmi & Perkenalan Kepengurusan IKA SMP N 3 Pekanbaru, Angkatan 1987.
Hukrim / Waketum FSPBPU-SPSI, Firman Bantah Pihaknya Meminta Paksa Proyek

Klarifikasi Kejadian Proyek Tol Riau-Sumbar
Waketum FSPBPU-SPSI, Firman Bantah Pihaknya Meminta Paksa Proyek

Hukrim - - Jumat, 20/11/2020 - 15:50:44 WIB
Pekanbaru,(RiauGlobal)
Menyikapi pemberitaan di sejumlah media Online mengenai adanya oknum anggota Federasi Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerjaan Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPBPU-SPSI) bertindak tidak pantas kepada PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Yang terjadi beberapa hari lalu di Kampar, membuat Pimpinan FSPBPU - SPSI angkat bicara.

Hadir dalam klarifikasi tersebut WAKIL ketua DPP Firman, Wakil ketua PC Indra , Sekertaris PC Hendri Abadi Hasibuan, Wakil sekjen PC, M Yahya Harahap, Wakil Bendahara PC Masrul Edi,Jumat (20/11).

Seperti disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPBPU - SPSI,  menyampaikan phaknya mengakui bahwa yang menjadi subjek pemberitaan di sejumlah media online benar anggotanya,dan itu karena tidak digubrisnya permohonan tim yang datang.

Disebutkannya,kejadian itu berawal  ldari tidak baiknya komunikasi antara pihak PT. HKI dengan FSPBU - SPSI yang tidak mau menemui anggotanya.Bahkan kejadian tim itu ke kantor PT HKI dt sudah berulang kali datang namun tidak direspon. Akibatnua Sehingga titik puncaknya adalah anggota Federasi mendatangi kantor dan ingin bertemu pihak PT. HKI namun dipersulit.

"Ini sebenarnya sudah lama, awalnya kita sudah menghadap pimpinan PT. HKI bersama ketua PC, kami datang kesana memperkenalkan federasi kami. prinsipnya mereka merespon dengan baik, singkatnya suasana pertemuan harmonis, peristiwa ini ada dibulan januari 2020. Seiring dengan itu ada beberapa warga mendatangi, dengan keinginan terlibat untuk bekerja di proyek pembangunan jalan Toll, buktinya kita sudah mengumpulkan data yang akan bekerja. namun karena tidak ada kepastian akhirnya ketua pimpinan cabang dikampar berinisiatif menemui pimpinan PT. HKI, karena tidak adanya komunikasi yang baik, maka terjadilah kejadian itu," Bebernya.

Atas tindakan yang dilakukan Anggotanya, firman meminta maaf kepada masyarakat Riau serta pihak terkait yang merasa dirugikan.

"Kami memohon maaf atas kejadian itu, kita hanya butuh sedikit harapan untuk menafkahi keluarga, bukan kami meminta uang apalagi berlaku seperti preman, prinsipnya SPSI tidak berbuat kasar, karena yang menjadi fokus kami adalah di konstruksi." Lanjutnya.

Bahkan, Firman menambahkan, sesaat adanya peristiwa di kampar tersebut, dirinya langsung berkomunikasi dengan pimpinan PT. HKI.

"Untuk menyikapi tindakan anggota yang sudah terjadi, kami sudah melakukam komunikasi kepada pihak HKI melalui pesan WA. Dalam percakapan itu saya sudah menegaskan agar pihak HKI bisa memberikan kebijaksanaan kepada anggota SPSI. namun, jawaban dari sana (HKI) Malah menyebut sudah dilimpahkan ke polres kampar, Pimpinan HKI Diajak bertemu hingga sekarang belum Merespon," Tuturnya.

"Kami hanya mewadahi pekerja, bukan minta uang kepada pengusaha, karena kami bukan preman, dan sudah banyak juga anggota kami pecat karena melanggar aturan ini." Tegasnya.

Selain itu juga, Sekretaris PC FSPBPU -SPSI, Hendri Abadi Hasibuan menukas, jika yang menjadi persoalan adalah menitik pada pengrusakan, Pihaknya akan mengganti.

"Kami bersedia memperbaiki kerusakan jika hal itu yang diperkarakan, dan kami juga meminta presiden hingga gubernur untuk meminta kebijakan agar bisa dimengerti karena ini untuk kebutuhan hidup." Tukasnya.

Sementara itu Kuasa hukum FSPBPU - SPSI,  Jack Marhaen menjelaskan, saat ini ia sudah berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari solusi yang  terbaik (Win-win Solution) menengahi perkara yang disangkakan kepada Klien nya.

"Proses hukum pak samuel dan pak alam, saat ini kita sudah kordinasi, saat ini beliau berdua merupakan tahanan di polres kampar. Kita juga sudah mencari solusi yang terbaik, karena ini kan puncak klimaks dari permohonan baik baik namun tidak ada realisasi." Sebutnya.

Jack menilai, ada ketidakjelasan dalam prosedur hukum yang berlaku, karena tidak ada surat panggilan dan langsung ditangkap.

 "
Kendati demikian, dirinya akan melakukan upaya hukum untuk kedua tersangka yang masih ditahan Polres Kampar.

"Upaya hukum yang akan kita lakukan, mengajukan penangguhan penahanan, lalu BAP ulang karena pertama tidak didampingi kuasa hukum, dan bisa saja praperadilan. dan saat ini upaya penangguhan penahanan menjadi prioritas kami, karena pasal yang diterapkan kepolisian ini adalah ancaman hukumannya maksimal satu tahun penjara saja, tinggal melihat aspek hukum subjektif dari pihak terkait," ujar dia.***



Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


Rabu, 10/10/2018 - 14:41:08 WIB
Aneh,Setelah Ditangkap,Pria Ini Pulang Jadi Mayat.
Jumat, 04/01/2019 - 13:53:10 WIB
Susi Susanti Meninggal Dunia Dengan Cara Gantung Diri
Rabu, 18/07/2018 - 23:31:45 WIB
Diduga Terlibat Kasus Narkotika , Empat Warga Duri Dibekuk Tim Opsnal Polsek Pinggir
Jumat, 28/12/2018 - 13:25:51 WIB
E-KTP
Tangisan Pilu Bocah Karena Ibu Di Antri Di Kantor Camat
Senin, 09/09/2019 - 13:55:51 WIB
Karena Hutang tidak kunjung dibayar, Kepala BPKAD Kuansing diposting oleh Akun FB Putri Permatasari
Jumat, 27/12/2019 - 16:18:38 WIB
Dalam Waktu 4 Jam Polres Pelalawan Ringkus Pelaku Penganiayaan Berat
Pak De Meregang Nyawa Ditangan Wanita 18 Tahun
Rabu, 26/06/2019 - 10:59:49 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
Pajak Kendaraan Diturunkan Hingga 50 Persen
Senin, 01/06/2020 - 01:52:22 WIB
Surat Rekom DPP PAN Untuk Nama Salah Satu Calon Di Pilkada Rohul Disinyalir Palsu
Selasa, 28/01/2020 - 13:50:33 WIB
Ditempat Karauke VIP Hangtuah Duri , Dua Pelaku Narkoba Dibekuk Buser Mandau
Minggu, 01/09/2019 - 15:38:55 WIB
Pantun Dan Rasa Haru Hiasi Pisah Sambut Kapolsek Kemuning
Senin, 22/04/2019 - 22:33:27 WIB
Terkait Insiden Jatuhnya PRT dari Lantai 3
Keluarga Korban Minta Pertanggung Jawaban dan Usut Tuntas
Index


Redaksi Riau Global | Pedoman Berita | Pasal Sanggahan | Tentang Kami | Epaper
Copyright 2013-2030 Riau Global : Portal Berita Riau, All Rights Reserved